Kamis, 27 Mei 2010

Buku Tamu

Silahkan Isi Buku Tamu Disini:


ShoutMix chat widget


Terima Kasih telah mampir....

Rabu, 26 Mei 2010

Tawuran Antar fakultas di Unhas, Kuliah Jalan Terus


MAKASSAR - Perkelahian mahasiswa kembali terjadi di Universitas Hasanuddin, Makassar, kemarin (25/5). Mahasiswa Fakultas Teknik berhadapan dengan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Fakultas Ilmu Sosial (FIS), FISIP, Ilmu Budaya, Ekonomi, dan Fakultas Hukum.

Puluhan mahasiswa terluka dalam aksi saling serang yang berlangsung tiga jam lebih tersebut. Tak hanya mahasiswa, seorang satpam dan sopir salah seorang kepala biro juga terluka.

Tawuran yang diwarnai saling lempar batu itu juga menyebabkan beberapa fasilitas kampus rusak. Kaca jendela gedung akademik dan ruang kuliah berantakan terkena batu.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unhas Nasaruddin Salam, yang mengikuti wawancara pemilihan pembantu rektor terpaksa meninggalkan gedung rektorat untuk menenangkan mahasiswa. Menurut dia, perkuliahan tidak akan diliburkan karena tawuran itu. "Kami belum berpikir meliburkan mahasiswa. Kami akan memediasi pertemuan badan eksekutif mahasiswa," kata Nasarudin.

Bentrok dengan Polisi
Sementara itu, Aksi protes atas kebijakan Pemda Lombok Timur (Lotim) dan pemadaman listrik oleh PLN berlanjut. Kemarin mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat beraksi di depan Kantor PLN Ranting Selong.

Akibatnya, sejumlah mahasiswa terluka. Dua mahasiswa bahkan harus dilarikan ke RSUD dr Soedjono, Selong, untuk mendapatkan perawatan medis. Beberapa aparat juga terkena pukulan demonstran. Bahkan, Wakapolres Lotim Kompol Darsono pun merasakan bogem nyasar. ''Saya kena pukulan di pipi kiri tadi,'' tutur mantan Kabag Ops Polres Loteng itu.

Tiga mahasiswa sempat ditahan. Yakni, Ketua PMII Cabang Lotim Ada Suci Makbullah, Koordinator Umum Aksi Jusriadi, dan Koordinator Lapangan Samrin. Namun, mereka akhirnya dilepas setelah mediasi oleh Ketua Dewan Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lotim H Imron Fauzi Hautamy.

Bentrok kemarin berawal saat mahasiswa memaksa masuk ke Kantor PLN Selong, tapi dihalangi aparat keamanan. Akibatnya, terjadi aksi saling dorong. Dua pendemo, Yani Arista dan Arisman, jatuh dan terinjak massa. Kejadian itu memancing emosi pendemo. Bentrok fisik pun tak terhindarkan.

Dalam aksinya, mahasiswa mengecam kinerja Pemda Lotim. Mereka menilai kepemimpinan Bupati H M. Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H M. Syamsul Luthfi (Sufi) gagal.

PMII berencana melaporkan aksi represif aparat itu ke Polres Lotim. ''Kami akan membawa kasus ini ke jalur hukum,'' kata Ketua PMII Lotim Ada Suci Makbullah.

Menanggapi itu, Kapolres Lotim melalui Wakapolres Kompol Darsono mengatakan, semua pihak mesti melihat kejadian itu dengan benar. Aksi awalnya damai dan simpatik. Tapi, pendemo memaksa masuk ke kantor PLN dan mendorong petugas yang berjaga.

Toyota Kembangkan Mobil Listrik Massal


VIVAnews - Toyota Motor Corp dan Tesla Motors tengah bekerja sama pengembangan mobil listrik massal.

Pengembangan ini semakin intensif setelah raksasa mobil asal Jepang itu membeli saham Tesla senilai US$ 50 juta.

Tesla merupakan produsen mobil listrik yang berbasis di California, Amerika Serikat, dan satu-satunya mobil listrik yang legal masuk jalan tol di AS. Saat ini Tesla sedang mempersiapkan produksi massal model keduanya, Model S.

Setelah akuisisi itu, Tesla kini bisa memproduksi sedan bertenaga listrik di pabrik New United Motor Manufacturing Inc milik Toyota. Toyota juga menyatakan, tengah mengembangkan mobil listrik yang diharapkan bisa diluncurkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

CEO Toyota Akio Toyoda mengatakan, pemerintahan Barack Obama sangat mendukung pengembangan teknologi mobil bertenaga listrik. Ini sebagai salah satu upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri. Sedangkan Toyota adalah produsen mobil hybrid terbesar di dunia yang sekarang memproduksi mobil dengan efisiensi bahan bakar tinggi.

"Saya merasa ada peluang tidak terbatas mengenai teknologi Tesla," kata Toyoda dalam laman resmi Toyota, Selasa 25 Mei 2010. Dia berharap para pekerja Toyota semangatnya bisa bangkit untuk bermitra setelah kerja sama 25 tahun dengan General Motors terhenti April lalu.

Tesla, mendapat pesanan Model S sebanyak 2.000 unit. Mereka ingin memulai produksi model ini pada 2012 dengan produksi tiap tahun sebanyak 20.000 unit. Beroperasinya pabrik Toyota di California ini memberi peluang kerja 1.000 orang.