Selasa, 01 Juni 2010

Ponsel Canggih Jepang Yang Dikontrol Menggunakan Mata Manusia


Operator ponsel Jepang NTT DoCoMo mengatakan sistem tersebut masih bersifat prototip, tetapi akan menyediakan cara pandang baru dalam menggunakan ponsel beberapa tahun ke depan. “Di masa depan, ponsel akan dipergunakan layaknya aksesoris,” ujar juru bicara perusahaan itu. “Kami sangat antusias untuk menemukan pola antar muka gerakan tubuh alami manusia dan cara yang lebih baik untuk berinteraksi dengan perangkat tersebut agar cocok dengan penggunaan di masa depan.”

Mata memiliki potensi listrik positif di dalam kornea dan negatif di dalam retina. Potensi ini berubah bergantung pada gerakan kedua bola mata. Sistem itu bekerja bahkan ketika mata seseorang tertutup. Elektroda spesial yang dilekatkan pada sepasang earphone memiliki kemampuan untuk mengambil gerakan dari bola mata itu. Earphone elektroda dapat membaca perubahan tersebut, dan dikenal sebagai elektrooculogram dan ponsel diprogram ulang dengan menerjemahkan informasi menjadi perintah. Jadi seorang pengguna dapat membuat atau menerima panggilan, semudah menggerakan mata ke kanan, kiri dan kembali ke kanan lagi.

Musik yang tersimpan di dalam ponsel dapat dimainkan atau ditahan dengan menggunakan gerakan bola mata. Menggeser mata ke kanan dan ke kiri akan memainkan atau memberhentikan lagu. Sementara menggerakan mata ke kanan lalu ke kanan akan melanjutkan ke lagu berikutnya.

Volume dapat ditingkatkan dengan menggerakkan mata ke atas lalu ke kanan lalu ke bawah dan kiri dan mengecilkan volume dengan menggerakkan mata berlawanan dengan arah jarum jam.

Rencana Jepang Pada Tahun 2020 Bulan Akan Dijadikan Pusat Robot, Dibangun Oleh Robot Untuk Robot


Amerika mungkin memiliki ambisi yang besar di bulan, tetapi Jepang memiliki rencana membangun homebase robot. Sebuah proyek 2200000000 $ bekerja di JAXA, lembaga ruang angkasa Jepang, berencana untuk menempatkan robot humanoid di bulan pada tahun 2015, dan sekarang resmi didukung dari kantor Perdana Menteri mengatakan Jepang bisa memiliki basis Bulan tak berawak dan berjalan pada tahun 2020 .



Kunci semua ini, tentu saja, adalah robot sendiri, dan Jepang bermimpi dan mewujudkan pekerjaan cerdas, memperbaiki diri, multitasking bots yang akan diperlukan untuk memenuhi misi tersebut.

Seperti saat ini membayangkan, robot yang akan mendarat di permukaan bulan pada tahun 2015 akan menjadi raksasa 660-pon dilengkapi dengan tapak tangki-seperti rolling, panel surya, seismograf, def tinggi kamera dan dangkal instrumen ilmiah. Mereka juga akan memiliki lengan-lengan manusia seperti untuk mengumpulkan sampel batuan yang akan kembali ke bumi melalui roket. Robot akan dikendalikan dari Bumi, tetapi mereka juga akan dipenuhi dengan jenis mereka sendiri kecerdasan mesin, membuat keputusan sendiri dan beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi.

Mereka bots surveyor awal akan membuka jalan bagi pembangunan basis bulan tak berawak dekat kutub selatan bulan, dimana robot akan membangun untuk diri mereka sendiri. dasar itu akan solar powered dan menyediakan penjajah ruang robot masa depan, serta - mungkin - sebuah titik jumping off untuk masa depan manusia penghuni bulan.

PERCAYA ?? Manusia bisa terbakar secara Tiba-Tiba.


yang aneh banget dimana manusia bisa meledak dan terbakar secara tiba-tiba. Salah satu fenomena paling aneh di dunia adalah Spontaneous Human Combustion (biasa disingkat SHC). Apa itu SHC? SHC yg secara harfiah bisa diartikan "terbakarnya manusia secara tiba-tiba" merupakan peristiwa di mana tubuh seseorang tiba-tiba terbakar sementara di sekitarnya tidak ada sesuatu semisal api atau sebangsanya yang memicu kebakaran.

Yang lebih janggal, seringkali tubuh korban bisa hangus hingga begitu parah, tapi benda-benda di sekitarnya yang letaknya bahkan begitu dekat tidak mengalami kerusakan seolah-olah tidak tersentuh api sama sekali. Fenomena SHC menurut catatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, entah di tengah keramaian ataupun saat korbannya sedang sendiri.



Studi mengenai SHC pertama kali dianggap dipublikasikan oleh Jonas Dupont pada tahun 1763 dalam buku berjudul "De Incendiis Corporis Humani Spontaneis" yang isinya mengenai kumpulan kasus SHC di masa itu.

Para ilmuwan lainnya kemudian mulai melakukan kajian secara serius mengenai SHC & mengumpulkan berbagai macam kasus SHC yang pernah terjadi untuk diteliti lebih lanjut serta dicari penyebabnya.

Cukup mengejutkan karena ternyata fenomena SHC yangg pernah terjadi relatif banyak dan itu belum termasuk kasus-kasus SHC yang tidak diketahui publik maupun yang terjadi di luar jangkauan mereka (pengumpulan data mereka umumnya sebatas di wilayah barat, terutama AS)


Berikut adalah sebagian kecil dari daftar fenomena SHC yang diketahui yang kebanyakan berlokasi di Barat karena dari sanalah mereka berasal :

Tahun 1731

Seorang wanita yg diketahui sebagai Countess Cornelia di Bandi dari Cesena, Italia, ditemukan meninggal karena terbakar di lantai kamar tidurnya. Hanya kakinya yang masih memakai stocking dan sebagian kepalanya yang tersisa.

Kasus itu dianggap membingungkan karena normalnya, dalam kasus kebakaran rumah, anggota tubuh terbakar lebih dulu barulah batang tubuhnya ikut terkena api, namun dalam kasus ini justru tubuh korban hangus hingga menjadi abu namun kaki dan kepalanya masih tersisa.

Tanggal 27 Agustus 1938

Phyllis Newcombe dan pria tunangannya Madge Knight baru saja meninggalkan pesta dansa pada tengah malam di Chelmsford. Tiba-tiba gaun yg dipakai Phyllis - yang terbuat dari bahan crinoline - menyala hebat dan ia terpaksa diangkut ke rumah sakit setelah sempat berhasil menanggalkan gaunnya.

Sayang, ia meninggal beberapa jam kemudian. Dugaan awal, peristiwa itu disebabkanoleh puntung rokok, namun nyatanya gaun dari bahan yg sama tidak terbakar sama sekali sekalipun disundut dengan puntung rokok yg menyala. Keanehan lainnya, api seharusnya tidak menyala sebesar itu kecuali ada bensin atau minyak yg disiramkan pada saat itu.

Akhir tahun 1950-an di London

Seorang wanita sedang berdansa dengan pasangannya di diskotik. Tiba-tiba tubuh wanita tersebut diselimuti api dan ia meninggal sebelum api berhasil dipadamkan. Penyebab terbakarnya wanita itu masih misteri karena berdasarkan penuturan para saksi, tidak ada yang merokok dalam diskotik pada waktu itu dan tidak ada benda-benda mengandung api semisal lilin di atas meja.

Oktober 1963

Olga Woth meninggal karena terbakar hidup-hidup di dalam mobil. Tidak ada bau benda mudah terbakar seperti minyak yang tercium dan mobilnya sendiri sama sekali tidak terbakar.

Tanggal 19 November 1963 di Sussex

Madge Knight meninggal akibat terbakar ketika sedang tidur sendirian di kamarnya. Hal yg membingungkan, tidak tercium bahan-bahan mudah terbakar di lokasi & alas ranjangnya sama sekali tidak terbakar.

Bulan Desember 1966

Dr. John Irving Bentley ditemukan terbakar di dalam kamar mandi. Hanya kakinya yang tersisa, sementara barang-barang di kamar mandinya banyak yang tidak tersentuh api. Ini adalah salah satu kasus SHC yang paling terkenal.

Tahun 1980 di Chesire, Inggris

Susan Motteshead yang sedang memasak di dapur dan memakai piyama tahan api. Tiba-tiba muncul kobaran api beberapa detik dari punggungnya, namun tubuh dan rambutnya tidak terbakar sama sekali. Saat piyama yang dipakainya itu dicoba untuk dibakar oleh petugas pemadam kebakaran yang kemudian datang, piyama itu juga tidak bisa terbakar. Susan sendiri selamat dan tidak terluka sama sekali.

(Kasus ini bukan soal SHC, namun masih berhubungan soal fenomena "api yg misterius') Dalam buku "Phenomena" yang ditulis Jonny Michell & Robert Rickard, diceritakan bahwa di akhir abad ke-19 ada seorang wanita bernama Jennie Morgan dari Missouri yang memiliki kemampuan khusus. Percikan bunga api muncul dari wanita itu ke barang-barang di sekitarnya. Ia juga diketahui bisa membuat orang lain pingsan ketika berjabat tangan dengannya.


Ada beberapa hipotesis mengenai penyebab SHC. Salah satu hipotesis yang paling populer adalah yang dikenal sebagai "Efek Sumbu" (wick effect). Inti dari hipotesis itu adalah bahwa korban tiba-tiba tak sadarkan diri entah karena serangan jantung atau terlalu banyak minum alkohol.

Sumber api di dekatnya, misalnya dari rokok, lalu mulai membakar tubuh korbannya dengan memakai lemak dan alkohol sebagai bahan bakarnya. Teori ini sendiri memiliki kelemahan seperti fakta bahwa banyak korban sedang melakukan aktivitas secara aktif saat SHC terjadi dan fakta bahwa sumber api kecil semisal rokok nyatanya sulit membakar tubuh manusia karena kalaupun kulit korbannya berhasil terbakar, sumber apinya sendiri sudah padam. Apalagi dengan teori ini, api akan menjalar pelan-pelan, sementara dalam kasus SHC api muncul secara mendadak dan seketika.

Hipotesis lainnya adalah mengenai fenomena bahwa korban meninggal akibat adanya "penyimpangan" medan magentik bumi. Hipotesis itu menyatakan bahwa beberapa manusia memiliki kemampuan untuk "mengumpulkan" gelombang magnetik sehingga tubuhnya tiba-tiba terbakar ketika gelombang yang terkumpul cukup tinggi untuk membentuk api - yang juga merupakan salah satu bentuk gelombang.

Ibaratnya kurang lebih seperti kaca pembesar yang mengumpulkan cahaya dan perlahan mulai membakar benda di titik fokusnya. Hal ini didukung oleh fakta bahwa terjadi kenaikan intensitas medan magnet pada beberapa fenomena SHC (lihat diagram). Namun, gagasan mengenai manusia yg bisa memfokuskan gelombang magnetis sendiri masih dipertanyakan.

Masih ada hipotesis lain seperti mengaitkan fenomena SHC dengan kondisi kejiwaan seseorang. Dikatakan bahwa saat seseorang mengalami guncangan jiwa, oksigen dan hidrogen dalam tubuhnya akan mengalami reaksi berantai yang lebih lanjut menyebabkan ledakan dari dalam sel.

Sebagian orang bahkan percaya bahwa SHC adalah fenomena supranatural yang berasal dari "sesuatu yang tidak terlihat dan tidak bisa dirasakan manusia".

Satu hal yang pasti, sekalipun ada banyak hipotesis mengenai sebab fenomena SHC, belum ada penjelasan yang bisa menjelaskan fenomena SHC secara gamblang.